Selasa, 17 Januari 2017

Penyebab Galaxy Note 7 Meledak Terkuak!

Penyebab Galaxy Note 7 Meledak Terkuak!

          Tahun 2016 merupakan tahun tersial yang pernah dialami oleh Samsung, karena pada tahun tersebut perusahaan harus rela menarik peredaran smartphone flagship miliknya, yakni Galaxy Note 7 karena menuai banyak masalah. Untuk mengetahui penyebab yang banyak dialami oleh perangkat Galaxy Note 7, Samsung mengadakan investigasi dan akhirnya telah ditemukan penyebabnya. 


          Perangkat Samsung Galaxy Note 7 yang mengeluarkan asap dan terbakar di Taipei Hasilnya, seperti yang dilaporkan dari Sammobile, baterai masih menjadi penyebab utama yang menyebabkan banyak perangkat Galaxy Note 7 terbakar. Hasil ini diketahui dari sumber yang menyebutkan jika Samsung telah mencoba menguji ledakan selama penyelidikan berlangsung. Hasilnya, baterai menjadi dalang utama meledaknya Galaxy Note 7. Hal tersebut karena ledakan tidak disebabkan kerusakan hardware maupun kecacatan software. 
          Namun hasil laporan secara penuh belum diungkapkan oleh Samsung, dan perusahaan asal Korea Selatan ini diharapkan bakal mengungkap hasil investigasi secara penuh pada tanggal 23 Januari mendatang, yang akan dilanjutkan untuk mengungkapkan hasil pendapatan perusahaan untuk kuartal keempat 2016 pada tanggal 24 Januari. Tentu dengan telah diketahui penyebab masalah yang dialami oleh Galaxy Note 7, Samsung bakal menyiapkan langkah-langkah agar masalah serupa tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang. 
          Samsung sendiri diharapkan merilis Galaxy S8 pada kuartal pertama tahun ini, dimana handset tersebut diharapkan banyak mengusung fitur yang dimiliki oleh Galaxy Note 7.

Teknologi Terbaru!, Baterai Lithium Ion ada Fitur Pemadam Api


Teknologi Terbaru!, Baterai Lithium Ion ada Fitur Pemadam Api


          Kasus mudah terbakarnya smartphone Galaxy Note 7 menjadi pertanda bagaimana kerentanan pada sebuah baterai berbahan ion lithium. Kasus serupa juga terjadi pada produk hoverboard. Oleh karena itu, para peneliti pun berusaha mencari solusi dari permasalahan ini. 

          Para peneliti dari Universitas Stanford adalah salah satunya. Mereka menemukan solusi yang jitu untuk mengatasi permasalahan baterai yang terbakar. Solusi tersebut adalah menambahkan fitur berupa pemadam api pada baterai. Dengan adanya pemadam api tersebut, kemungkinan terjadinya kebakaran smartphone atau peralatan elektronik lain akibat baterai bisa dihindari. Menurut laporan yang dikutip dari NewAtlas, para peneliti dari Stanford ini menyematkan sebuah smartchip yang berfungsi untuk mendeteksi adanya bahaya kebakaran. 
          Kalau smartchip tersebut kemudian mendeteksi adanya api pada baterai, selanjutnya akan memicu sistem pemadam api dalam batera tersebut. Bahan yang digunakan oleh para peneliti sebagai bahan pemadam api pada baterai tersebut adalah triphenyl phosphate atau biasa disebut TPP. Penggunaan bahan ini sebagai sarana untuk memadamkan api bukanlah yang pertama kalinya. Hanya saja, bahan ini bisa mengurangi performa dari baterai. 
          Untuk mengatasi efek samping tersebut, para peneliti membuat sebuah lapisan pelindung yang memisahkan antara baterai dengan TPP. Lapisan ini baru akan terlepas kalau pemicu pada smartchip telah dinyalakan. Dengan adanya sistem pemadam kebakaran seperti ini, sebuah baterai akan memiliki risiko terbakar jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Senin, 16 Januari 2017

Edit Foto Bisa Pakai Suara!

Edit Foto Bisa Pakai Suara!


          Adobe, perusahaan di balik software photo editing Photoshop, dilaporkan tengah menggarap fitur mutakhir yang diklaim dapat memudahkan aktivitas pengguna ketika meng-edit foto.
Fitur tersebut nantinya akan membuat pengguna bisa meng-edit foto hanya lewat instruksi suara. Meski begitu, tampaknya fitur ini masih jauh dari kata rampung.


          Sebagaimana dilansir laman The Verge, Senin (16/1/2017), Adobe ingin membuat pemakaian fitur ini semudah orang-orang menggunakan Siri, asisten virtual besutan Apple.Nantinya, fitur ini akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) yang bisa menerjemahkan suara menjadi instruksi untuk edit foto. Dengan begitu, kombinasi tombol meng-edit foto kelak tak lagi diperlukan.
          Jadi bayangkan, saat pengguna ingin crop atau sekadar mengatur tingkat eksposur atau kontras di foto, mereka hanya perlu mengucapkan instruksi saja.
Proses penggarapan fitur ini tengah dikerjakan oleh Adobe Research, yaitu divisi yang meneliti dan mengembangkan teknologi terbaru Adobe. Mereka bahkan telah mengumbar teaser di mana fitur ini bisa digunakan.
          Dalam video teaser tersebut, tampak seorang pria tengah menekan ikon mikrofon di dalam aplikasi Photoshop, lalu ia memerintahkan asisten virtual untuk membalik perspektif foto. Dalam sekejap, perspektif foto yang di-edit seketika langsung berubah.

Facebook Dituduh Telah Membeli Produk Teknologi Curian

Facebook Dituduh Telah Membeli Produk Teknologi Curian




          Langkah Facebook  mengakuisisi Oculus ternyata menuai masalah. Zenimax, salah satu pengembang gim asal Amerika Serikat menggugat raksasa media sosial tersebut karena dianggap telah membeli teknologi curian.
Dikutip dari Venture Beat, Senin (16/1/2017), Zenimax sendiri sebenarnya telah menggugat Facebook sejak dua tahun lalu. Namun, kasus ini memuncak pada pengadilan publik yang digelar pada 9 Januari 2017.
          Zenimax menuntut ganti rugi sekitar US$ 2 miliar atau sekira Rp 26 triliun pada kasus ini. Meskipun tak dijadwalkan untuk bersaksi dalam pengadilan tersebut, CEO Facebook Mark Zuckerberg ikut memberikan pernyataan dalam proses persidangan.
          Setelah itu, Carmack bersama lima karyawannya 'dibajak' oleh Oculus untuk masuk ke perusahaannya. Perpindahan itu yang diklaim menjadi celah Oculus mendapatkan informasi rahasia Zenimax untuk kemudian diterapkan ke dalam software virtual reality (VR) besutannya.Salah satu inti gugatan yang dilayangkan adalah peran CTO Oculus John Carmack, yang sebelumnya pernah menjalankan perusahaan bernama id Software. Bersama id Software, Carmack sempat bekerja sama dengan Zenimax untuk menggarap gim Doom dan Quake.
          Bahkan, pengacara Zenimax Tony Sammi menyebut, akuisisi Oculus oleh Facebook menjadi perampokan teknologi terbesar yang pernah terjadi. Facebook mengatakan, klaim itu tak berdasar, terlebih gugatan dilakukan pasca-akusisi.
          Rencananya, tiga petinggi Facebook dan Oculus dijadwalkan bersaksi untuk persidangan yang diselenggarakan selama tiga minggu.
Mereka akan dimintai keterangan mengenai proses akuisisi Facebook oleh Oculus, detail pengembangan Oculus Rift, termasuk kemungkinan pelanggaran kontrak oleh Carmack.

Huawei P9 diPersenjatai Kamera Mematikan

Huawei P9 diPersenjatai Kamera Mematikan



          Flagship smartphone Huawei P9 resmi masuk ke pasar Indonesia belum lama ini. Seperti diketahui, Huawei P9 punya "senjata mematikan" yang patut diwaspadai oleh kompetitornya yakni dual lens sensors yang merupakan hasil "racikan" bersama Leica, perusahaan kamera ternama dunia berbasis di Jerman.
Bila sebelumnya kebanyakan dual lens sensors digunakan antara lain untuk mengubah fokus, dual lens sensors di Huawei P9 tidak demikian. Hal ini dijelaskan oleh Aditya Raflein, ‎Digital Marketing Manager di Huawei Device Indonesia.

          Hal itu berarti, sensor RGB hanya menangkap foto warna, sedangkan sensor monokrom menangkap hitam dan putih saja. Cara kerja ini disebut mampu menghasilkan foto dengan kualitas jauh lebih baik."Dual lens sensors di Huawei P9 itu RGB (Red, Green, Blue) dan monokrom. Dua sensor ini gak kerja masing-masing, tapi bareng-bareng buat ngehasilin satu foto yang sama," ujar pria yang akrab disapa Raflein tersebut. Selain itu, kelebihan lainnya dari cara kerja ini adalah kemampuan memproduksi foto hitam-putih cukup dengan satu sentuhan jari melalui modus Monochrome.

          Beberapa fitur unggulan kamera Huawei P9 lainnya adalah ketersediaan banyak modus untuk memproduksi foto yang biasanya hanya bisa dihasilkan oleh kamera DSLR seperti bokeh, tail lightlight graffitisilky waterstar track, dan lain-lain.

Apple Bakal Punya Stasiun Televisi Sendiri

Apple Bakal Punya Stasiun Televisi Sendiri

          Apple dikabarkan mulai serius menggarap konten video di layanannya. Bahkan, menurut laporan terbaru dari Wall Street Journal, konten anyar ini membuat Apple dapat bersaing dengan Netflix dan Amazon.



         Dikutip dari Business Insider, Sabtu (14/1/2017), perusahaan berbasis di Cupertino itu ternyata ingin membuat konten video asli besutan sendiri. Rencananya, konten itu akan hadir untuk pelanggan Apple Music pada akhir tahun ini.
Laporan itu juga menyebut Apple telah berbicara dengan sejumlah produser kenamaan untuk membahas kemungkinan tersebut. Kendati belum dapat dipastikan apakah bagian dari rencana ini, Apple sebelumnya juga telah membeli serial TV 'Carpool Karaoke' yang dipandu James Corden, pada Juli 2016. 

         Alih-alih berbuat demikian, Apple ingin menjadikan konten video orisinal ini sebagai senjata untuk melawan layanan streaming musik lain, yakni Spotify. Kehadiran konten video asli di Apple Music diprediksi akan menjadi nilai tambah dari layanan tersebut.Apple dikabarkan tak benar-benar berencana untuk berhadapan langsung dengan Amazon Prime ataupun Netflix. Seperti diketahui keduanya merupakan pemain besar di layanan video on-demand dengan jumlah koleksi orisinal terbilang banyak.
         Terlebih, sistem yang diterapkan pada Apple Music berbeda dari Spotify. Layanan streaming musik Apple tersebut mengharuskan pengguna berlangganan terlebih dulu untuk bisa mengakses konten, sedangkan Spotify mengusung tipe freemium yang memungkinkan pengguna memanfaatkan konten gratis. Karena itu, kehadiran konten orisinal diharapkan dapat mendorong lebih banyak pengguna yang berlangganan Apple Music. Terlebih, dengan kondisi penjualan smartphone yang tengah menurun, Apple tetap harus memiliki produk lain sebagai alternatif. 

Resident Evil 7: Biohazard Rilis 24 Januari 2017

 Resident Evil 7: Biohazard Rilis 24 Januari 2017



         Resident Evil 7: Biohazard—akan dirilis serempak pada 24 Januari 2017 untuk PS4, Xbox One dan PC. Mendekati waktu peluncurannya, Capcom selaku pengembang game merilis serangkaian cuplikan trailer terbaru yang bertajuk “Welcome Home”.
Seperti dilansir Gamespot, Senin (16/1/2017), trailer tersebut memperlihatkan lokasi utama game ber-genre survival horror ini, yakni rumah keluarga Baker yang diduga menjadi provokator sentral di jalan cerita Resident Evil 7.
Trailer tersebut juga memperlihatkan sudut rumah keluarga Baker dan beberapa lokasi lain yang mencekam. Tak hanya itu, ada sejumlah cuplikan yang menampilkan betapa sadisnya ‘pembantaian’ yang terjadi di rumah tersebut.

          Tanggapan positif soal Resident Evil 7 pun langsung terlontar dari para penggemarnya. Dari yang tadinya skeptis, kini setidaknya ada setitik harapan muncul bahwa trailer tersebut berusaha untuk meyakini pemain bahwa Resident Evil 7 akan kembali ke nuansa horor Resident Evil yang sebenarnya.Darah dan potongan tubuh manusia berserakan di sebuah meja, seolah mengisyaratkan bahwa keluarga Baker adalah keluarga kanibal yang sadis dan tak kenal ampun. Belum lagi, alunan musik khas Resident Evil 1 menambah suasana kengerian yang dijamin bikin pemainnya bergidik.
Sebelumnya, disebutkan bahwa Capcom berusaha keras untuk mengembalikan 'arwah' Resident Evil di seri terbarunya ini. 

         Hanya saja, mereka menyajikannya dalam perspektif pemain first shooter. Sedangkan, yang kita banyak ketahui itu Resident Evil menggunakan perspektif pemain third shooter.
“Resident Evil 7 perlahan kembali membuat mindset kita percaya bahwa game ini akan dipenuhi atmosfer gelap, ketakutan, darah dan hal terburuk yang akan kamu alami. Jika kamu berharap akan banyak adegan aksi di seri tersebut, sebaiknya kamu tidak usah menunggu Resident Evil 7,” begitu tulis Capcom dalam pernyataan resminya.
Sementara, beberapa rumor yang beredar di media sosial menyebutkan, Umbrella Corporation akan kembali 'campur tangan' di seri ini. Umbrella merupakan perusahaan farmasi yang menjadi 'dalang' di balik menyebarnya virus yang membuat orang-orang menjadi zombie.